RSS

Profil

Pria kelahiran Bima, Nusa Tenggara Barat, 21 Juni 1962 ini adalah Ketua Mahkamah Konstitusi Republik Indonesia masa jabatan 2013-2016, merupakan seorang hakim dari 9 orang hakim pada Mahkamah Konstitusi Republik Indonesia. Ia adalah ,salah satu dari 3 hakim konstitusi pilihan Presiden Republik Indonesia. Pada tahun 1999 terpilih menjadi anggota DPR Periode 1999-2004 dari Partai Bulan Bintang. Suami dari R.A. Nina Damayanti, S.H. (pengacara) ini mengawali pendidikan di Madrasah Tsanawiyah, Bima (1975-1977), kemudian  melanjutkan pendidikan ke Madrasah Aliyah Negeri, Bima (1977-1981) dan Fakultas Hukum Universitas Hasanuddin, Makassar (1981-1986). Ia lalu memperdalam pengetahuan ilmu hukum program Magister Hukum bisnis di Universitas Pelita Harapan Karawaci, Tangerang (1999) akan tetapi tidak tamat. Mengikuti Kursus Pasar Modal Depkeu, Jakarta, 1994. Menyelesaikan Magister Hukum pada Fakultas Hukum Universitas Padjadjaran Bandung, 2005. Meperoleh gelar Doktor Ilmu Hukum Universitas Padjajaran Bandung! Setelah mempertahankan disertasi yang berjudul Pemakzulan Presiden Republik Indonesia. Hakim konstitusi termuda dianugerahi rahmat oleh Allah SWT dengan memiliki tiga buah hati, yaitu: (Muhammad Faris Aufar, tanggal lahir 12-09-1992,Mahasiswa, ; Ahmad Arya Hanafy, tanggal lahir 13-08-1994, Mahasiswa, dan Ahmad Adib Karamy, tanggal lahir 10-11-2001, SD Al Ikhlas).Kiprahnya sewaktu menjadi anggota DPR cukup menonjol. Selain menjadi anggota Badan Musyawarah DPR RI, Wakil Ketua Komisi II DPR RI yang membidangi hukum dan peradilan. Anggota Badan Pekerja MPR RI Paniatia Ad Hoc III/1999 dan Panitia Ad Hoc I/2000-2002 Amandemen UUD,  juga menjabat Sekretaris Fraksi Partai Bulan Bintang DPR RI, dan Wakil Sekretaris Fraksi Partai Bulan Bintang MPR RI. Selain menjadi konstitusi, anak ke lima dari KH Muhammad Hasan ini, adalah menjadi dosen di Universitas IslamAssyafi’iyaah Jakarta, Universitas Jayabaya Jakarta serta menjadi Professor tamu di China University of Political Science and Law, Beijing China.

Sebelum menjadi anggota DPR ia sempat berprofesi sebagai Dosen Luar Biasa Fakultas Hukum Universitas hasanuddin, Makassar (1986-1987) dan Asisten Dosen Fakultas Syari’ah IAIN Alauddin, Makassar (1986-1987), Asisten Dosen Fakultas Hukum Universitas Muslim Indonesia Makasar, semuanya mengajar mata kuliah Hukum Intrenasional. Kemudian ia beralih menjadi asisten Pengacara pada OC. Kaligis and Associates, Jakarta (1987-1990), mendirikan sekaligus menjadi Partner pada Kantor Pengacara Law Firm SPJH and J, Jakarta (1990-1997), mendirikan dan menjadi Managing Partner pada Kantor Pengacara Hamdan, Sudjana & Januardi (HSJ), Jakarta (1997-2004). Terakhir ia mendirikan dan menjadi Managing Partner pada Kantor Pengacara Zoelva&Partners hingga sekarang. Hingga sekarang menjadi pengajar pada Program Pasca Sarjana UIA Jakarta dan menjadi Guest Professor pada China University of Politicak Sience and Law Beijing, China..

Dunia hukum, politik, dan guru adalah medan pengabdian baginya sebagai bentuk ibadah kepada Tuhan. Karena ketiga bidang itu merupakan sarana pengabdiannya kepada Allah SWT, dan bentuk darma baktinya kepada masyarakat bangsa dan negara. Pada Muktamar Partai Bulan Bintang tahun 2005 di Asrama Haji Sukolilo Surabaya, pria yang dekat dengan para aktifis ini menyerahkan dukungannya secara penuh kepada H.MS. Kaban,SE.,M.Si untuk menjadi Ketua Umum Partai Bulan Bintang. Langkah politik ini dilakukan semata-mata untuk menjaga ukhuwah Islamiyyah. Perjuangan politiknya tidak terlepas dari pengasuhan orang tuanya. Ayahnya, H. Muhammad Hasan, BA adalah seorang pensiunan Guru Agama. Sementara, ibunya, Hajjah Siti Zaenab, seorang ibu rumah tangga yang sangat memperhatikan pendidikan agama anak-anaknya.

Pria yang hobi olahraga golf ini menguasai bahasa Inggris secara aktif dan bahasa Arab pasif. Ia mempunyai segudang pengalaman organisasi antara lain: Anggota Ikadin (1994-2003), Anggota Asosiasi Advokat Indonesia dan Anggota Dewan Penasihat AAI (2005-sekarang), Ketua Badko HMI Indonesia Timur (1985-1987), ikut mendirikan dan Ketua Persaudaraan Pekerja Muslim Indonesia (1998-2000), Wakil Sekretaris Jenderal DPP Partai Bulan Bintang (1998-2000), Ketua Umum Pengurus Pusat Pemuda Bulan Bintang (1998-2005), Ketua DPP Partai Bulan Bintang (2000-2005), Wakil Ketua Umum DPP Partai Bulan Bintang (2005-2006), Ketua Umum DPP Partai Bintang Bulan (2005-2010), Deputy Chairman Asean Muslim Youth Secretariat (AMSEC) kedudukan di Kuala Lumpur (2001- sekarang). Sejak 2005 sampai sekarang, ia juga aktif sebagai Sekretaris Forum Konstitusi. selain itu untuk menegaskan komitmennya terhadap kemajuan dan pengembangan pelasanaan otonomi daerah, sejak tahun 2007, pria berpenampilan rapi ini juga mendirikan lembaga kajian yang bernama Pusat Pengkajian dan Pengembangan  Otonomi Daerah (The Regional Autonomy Center) dan duduk sebagai Ketua Dewan Direktur. Sekarang ini ia juga dipercayai untuk menakhodai Partai Bintang Bulan sebagai penerus perjuangan Partai Bulan Bintang yang pada Pemilu tahun 2004 tidak mencapai batasan electoral threshold.

 

Comments are closed.

 
Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 49 other followers

%d bloggers like this: