Pria kelahiran Bima, Nusa Tenggara Barat, 21 Juni 1962 ini pada pemilu tahun 1999 terpilih menjadi anggota DPR Periode 1999-2004 dari Partai Bulan Bintang. Suami dari R.A. Nina Damayanti, S.H. (pengacara) ini mengawali pendidikan di Madrasah Tsanawiyah, Bima, 1975-1977. Kemudian melanjut ke Madrasah Aliyah Negeri, Bima, 1977-1981 dan Fakultas Hukum Universitas Hasanuddin, Makassar, 1981-1986. Kemudian, memperdalam pengetahun ilmu hukum program Magister Hukum bisnis di Universitas Pelita Harapan Karawaci, Tangerang, 1999 akan tetapi tidak tamat. Mengikuti Kursus Pasar Modal Depkeu, Jakarta, 1994. Menyelesaikan Magister Hukum pada Fakultas Hukum Universitas Padjadjaran Bandung, 2005. Sekarang Kandidat Doktor Ilmu Hukum Universitas Padjajaran. Bandung. Politisi muda ini dianugerahi rahmat oleh Allah SWT dengan memiliki tiga buah hati, yaitu: (Muhammad Faris Aufar, tanggal lahir 12-09-1992, SMA Al Azhar, Jakarta; Ahmad Arya Hanafy, tanggal lahir 13-08-1994, SMP Al Azhar, Jakarta; dan Ahmad Adib Karamy, tanggal lahir 10-11-2001, SD Al Ikhlas).Kiprahnya sewaktu menjadi anggota DPR cukup menonjol. Selain menjadi anggota Badan Musyawarah DPR RI, Wakil Ketua Komisi II DPR RI yang membidangi hukum dan peradilan. Anggota Badan Pekerja MPR RI Paniatia Ad Hoc III/1999 dan Panitia Ad Hoc I/2000-2002 Amandemen UUD, juga menjabat Sekretaris Fraksi Partai Bulan Bintang DPR RI, dan Wakil Sekretaris Fraksi Partai Bulan Bintang MPR RI.
Sebelum menjadi anggota DPR ia sempat berprofesi guru sebagai Dosen Luar Biasa Fakultas Hukum Unhas, Makassar, 1986-1987 dan Asisten Dosen Fakultas Syari’ah IAIN Alauddin, Makassar, 1986-1987, Asisten Dosen Fakultas Hukum Universitas Muslim Indonesia Makasar, semuanya mengajar mata kuliah Hukum Intrenasional. Kemudian, beralih menjadi asisten Pengacara OC. Kaligis and Associates, Jakarta, 1987-1990 dan ikut mendirikan dan sebagai Partner pada Kantor Pengacara Law Firm SPJH and J, Jakarta, 1990-1997. Mendirikan dan sebagai Managing Partner pada Kantor Pengacara Hamdan, Sudjana & Januardi (HSJ), Jakarta, 1997-2004. Mendirikan dan sebagai Managing Partner pada Kantor Pengacara Zoelva&Januardi, 2004 hingga sekarang.
Dunia politik baginya adalah sebagai bentuk ibadah. Karena dunia politik merupakan sarana melakukan amar bil ma’ruf nahi anil munkar melalui perumusan kebijakan yang bermaslahat bagi bangsa Indonesia. Ketika Muktamar II Partai Bulan Bintang tahun 2005 di Asrama Haji Sukolilo Surabaya, pria yang dekat dengan para aktifis ini menyerahkan dukungannya secara penuh kepada H.MS. Kaban,SE.,M.Si untuk menjadi Ketua Umum Partai Bulan Bintang. Langkah politik ini dilakukan semata-mata untuk menjaga ukhuwah Islamiyyah. Perjuangan politiknya tidak terlepas dari pengasuhan orang tuanya. Ayahnya, H. Muhammad Hasan, BA adalah seorang pensiunan Guru Agama. Sementara, ibunya, Hajjah Siti Zaenab, seorang ibu rumah tangga yang sangat memperhatikan pendidikan agama anak-anaknya.
Pria yang hobi olahraga golf ini menguasai bahasa Inggris secara aktif dan bahasa Arab pasif. Ia juga mempunyai segudang pengalaman organisasi antara lain: anggota Ikadin 1994- 2003, Anggota Asosiasi Advokat Indonesia dan Angoota Dewan Penasihat AAI, 2005 – sekarangsekarang, Ketua Badko HMI Indonesia Timur 1985-1987, ikut mendirikan dan Ketua Persaudaraan Pekerja Muslim Indonesia 1998-2000, Wakil Sekretaris Jenderal DPP Partai Bulan Bintang 1998-2000, Ketua Umum Pengurus Pusat Pemuda Bulan Bintang, 1998-2005, Ketua DPP Partai Bulan Bintang 2000-2005, Wakil Ketua Umum DPP Partai Bulan Bintang (2005 – 2006 ), Ketua Umum DPP Partai Bintang Bulan ( 2005-2010 ), Deputy Chairman Asean Muslim Youth Secretariat (AMSEC) kedudukan di Kuala Lumpur 2001 – sekarang. Sejak 2005 – sekarang juga aktif sebagai Sekretaris Forum Konstitusi. selain itu untuk menjekaskan komitmennya terhadap kemajuan dan pengembangan pelasanaan otonomi daerah, sejak tahun 2007, pria berpenampilan rapi ini juga mendirikan lembaga kajian yang bernama Pusat Pengkajian dan Pengembangan Otonomi Daerah (The Regional Autonomy Center) dan duduk sebagai Ketua Dewan Direktur. Sekarang ini juga Pria yang berpenampilan kalem ini dipercayai untuk menakhodai Partai Bintang Bulan (PBB) sebagai pelanjut perjuangan Partai Bulan Bintang yang pada Pemilu tahun 2004 tidak mencapai batasan electoral threshold.